Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Investasi, tentunya, adalah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun, bentuk investasi yang kerap kali terlintas adalah investasi pada bidang keuangan. Padahal, investasi dalam bentuk tanah/lahan juga tidak kalah menjanjikan dibandingkan dengan emas. Tulisan kali ini akan membahas “Prospek Investasi Tanah di Indonesia”.
Mengapa Investasi Tanah Lebih Menguntungkan?
Sudah umum diketahui bahwa lahan yang ada saat ini semakin lama semakin berkurang, sehingga kebutuhan akan lahan atau tanah semakin meningkat. Dengan meningkatnya kebutuhan tersebut, maka harga tentunya meningkat pula. Oleh karena itu, investasi tanah dapat dianggap sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan.
Tren Kenaikan Harga Properti di Indonesia
Berikut adalah 10 provinsi dengan kenaikan harga properti tertinggi periode 2017–2018, dikutip dari detik.com:
- Kepulauan Riau: 215.43 (20,08%)
- DKI Jakarta: 189.2 (17,55%)
- Jawa Timur: 173.34 (13,96%)
- Banten: 156.82 (11,18%)
- Sumatera Selatan: 154.54 (9.71%)
- Jawa Barat: 154.48 (10,61%)
- DI Yogyakarta: 151.15 (13,7%)
- Nusa Tenggara Timur: 150.19 (9,3%)
- Jawa Tengah: 149.59 (9%)
- Papua: 144.08 (5,6%)
Potensi Lahan Produktif di Negara Agraris
Hal yang perlu dicatat adalah tanah tidak selalu dialihfungsikan menjadi bangunan untuk perumahan untuk mendapatkan keuntungan. Akan tetapi, tanah bisa digunakan juga untuk sesuatu yang produktif, seperti halnya kebun. Kita harus bersyukur karena Indonesia memiliki tanah yang subur, sehingga menghasilkan produk perkebunan yang melimpah.
Peningkatan Impor Buah: Peluang Investasi Pertanian
Negara-negara yang tidak memiliki tanah yang subur berlomba-lomba menciptakan teknologi untuk dapat menanam sayuran dan buah agar tumbuh di negara mereka. Oleh karena itu, kenapa kita hanya melirik investasi dalam bentuk keuangan? Tentu ini merupakan suatu hal yang tidak tepat.
Data dari website kompas.com menunjukkan nilai impor buah-buahan pada September 2018 mengalami peningkatan 66,46% dibandingkan dengan Agustus 2018, dengan nilai 42,2 juta dolar. Sungguh angka yang besar! Bagaimana bila kita bisa menanam sendiri dan kita menikmati beberapa persen dari angka tersebut bila kita produksi dan bisa menjualnya?
Gaya Hidup Sehat: Mendorong Permintaan Produk Pertanian
Kita boleh kalkulasi biaya makan dan buah sehari-hari keluarga. Betapa sekarang harga buah lebih mahal dibandingkan dengan makan nasi beserta lauknya. Dengan tingkat kesadaran hidup sehat yang sudah meningkat, maka sayur dan buah akan menjadi komoditas yang sangat baik untuk diinvestasikan.
Strategi Diversifikasi Investasi: Beralih ke Lahan Produktif
Mulailah mengganti investasi kita yang tadinya dalam bentuk produk finansial menjadi bentuk yang lebih baik, yaitu tanah produktif. Sudah tentu dipastikan produk sayur dan buah adalah produk utama untuk kelangsungan hidup manusia, tentu akan menghasilkan kebaikan, keuntungan, dan keberkahan.
Keuntungan Ganda dari Investasi Lahan Produktif
Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan kita membeli lahan produktif, maka kita pun akan mendapatkan dua keuntungan, yaitu dari harga tanah di masa mendatang dan nilai tambah yang dapat dihasilkan dari lahan produktif tersebut.
Semoga informasi Prospek Investasi Tanah di Indonesia ini memberikan motivasi dan menjadi alternative.
baca juga :Investasi kebun Vanili Emas Hijau Indonesia
