5 Resiko Yang Timbul Saat Kita Memulai Usaha

6 Resiko Yang Timbul Saat Kita Memulai Usaha

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh,

Memiliki usaha yang besar dan berkembang adalah dambaan setiap pengusaha, namun hal tersebut tidak lah mudah, banyak proses yang harus dilalui, pengalaman pahit adalah modal yang sangat penting untuk meningkatkan mental dan juga strategi untuk mempertahankan usaha.

Setiap langkah atau keputusam yang diambil dalam membuat usaha hampir pasti memiliki resiko, resiko tersebut bukanlah hal yang membua keut dalam berusaha, melainkan membuat kita harus tertantang untuk mencari solusi dan menyelesaikannya.

Oleh karena itu pada tulisan ini mimin akan membahas resiko apa aja yang timbul saat kita memulai usaha, namun diingat, setiap jenis usaha memiliki resiko yang berbeda atau pun sama, namun nilainya yang berbeda.

Pada tulisan ini mimin akan membahas nya secara general, namun tidak menutup kemungkinan akan lebih mendalam pada tulisan selanjutnya. Ada beberapa resiko yang akan kita bahas sebagai pendahuluan seperti berikut

  • Resiko Pasar
  • Resiko Finansial
  • Resiko Operational
  • Resiko Reputasional
  • Kepatuhan

Kok Cuma 5 sih min, ya sebagai usaha baru resiko nya lebih sedikit dan akan berkembang menjadi lebih banyak bila usaha nya semakin besar.

Baik kita akan memulai membahas satu persatu

Resiko Pasar

Resiko ini harus kita fikirkan dengan matang, resiko ini mulai kita analisa saat kita memulai suatu jenis usaha.

Apabila kita telah memilih jenis usaha yang akan kita pasarkan, kita harus memikirkan apakah barang dan jasa ini dapat terjual, apakah segment pasar yang kita tentukan mampu membeli product kita, apakah segmen pasar yang kita tentukan juga membutuhkan barang dan jasa yang kita tawarkan, atau bertahan lama, karena bila tidak maka usaha kita akan berumur pendek.

Selain itu kita juga harus memikirkan product dan jasa yang ditawarkan pesaing kita, apakah kita punya celah disana mauk dan bersaing dengan product yang mungkin telah ada.

Resiko Finansial

Tentu dalam memulai usaha harus memiliki dana yang cukup, bila tidak maka product dan marketing yang kita jalankan tidak akan optimal.

Kita harus memikirkan sumber dana yang akan kita peroleh, dan apakah sumber dana ini dapat terus mencover aktifitas usaha hingga usaha tersebut mulai menghasilkan.

Bila ternyata sumber dana ini adalah dalam bentuk pinjaman, apakah kita dapat membayar pinjaman tersebut atau malah mebuat kita bangkrut.

Resiko Operational

Resiko ini harus kita mulai analisa saat kita mulai mendesign usaha, bagaiamana barang dan jasa ini ditawarkan juga bagaimana barang dan jasa ini sampai kepada konsumen, resiko juga bisa timbul dari produsen kita loh, apakah mereka bisa selalu menyediakan bahan yang kita butuhkan.

Resiko Reputasional

Adalah sayang apabila usaha yang sudah kita rintis harus hancur gara – gara sebuah Komplain dari konsumen kita yang tidak dapat kita service dengan baik.

Resiko ini harus difikirkan dengan baik, karena brand adalah sesuatu yang harus dijaga, kekuatan brand adalah kekuatan marketing yang sangat kuat.

Resiko Kepatuhan

Ijin sebuah usaha harus juga masuk kedalam perencanaan bisnis, karena kita hidup disebuah Negara yang memiliki aturan, usaha yang berkembang besar pasti harus patuh pada aturan pemerintah, karena bila tidak tentu pemerintah akan mengambil tindakan.

Sebenarnya kita terbantu dengan masalah ini, karena pemerintah hanya akan menyetujui suatu barang dan jasa yang aman untuk pasar di Negara nya ataupun untuk export.

Dari sini kita dapat menyempurnakanbarang dan jasa kita lebih baik lagi.

Demikianlah pembahasan mengenai resiko yang akan dihadapi saat kita memulai usaha, jangan takut dengan resiko tersebut, cari solusi dan implementasikan, semua hal akan mudah bila kita terus semangat untuk mengerjakannya.

See u on next artikel ya

Salam

Definisi Segmentasi dan Target Pasar Serta Tujuan dan contoh mengaplikasikannya

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh Jumpa lagi dengan jariimaji.com, saat ini penulis ingin membahas mengenai segmentasi dan target pasar dalam dunia usaha. Kenapa penulis ingin membahas masalah ini, hal ini adalah jantung dari dunia usaha, sebuah produk yang dibuat tidak akan bisa disukai atau akan digunakan oleh seluruh umat manusia, oleh karena itu kita harus … Continue reading “Definisi Segmentasi dan Target Pasar Serta Tujuan dan contoh mengaplikasikannya”

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

Jumpa lagi dengan jariimaji.com, saat ini penulis ingin membahas mengenai segmentasi dan target pasar dalam dunia usaha.

Kenapa penulis ingin membahas masalah ini, hal ini adalah jantung dari dunia usaha, sebuah produk yang dibuat tidak akan bisa disukai atau akan digunakan oleh seluruh umat manusia, oleh karena itu kita harus memilih jenis market seperti apa yang akan di kejar untuk kita tawarkan.

Sebelum itu penulis akan mengutip definisi dari masing – masing istilah tersebut dari para ahli diantaranya :

Segmentasi Pasar

  • Pride dan Ferrel

Menurut Pride dan Ferrel, market segmentation adalah suatu sistem membagi market ke segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang memperlihatkan terdapatnya kesamaan tingkah laku konsumen.

  • Philip Kotler dan Gary Amstrong

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong, pengertian segmentasi pasar adalah pembagian sebuah market menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda

  • Swastha dan Handoko

Menurut Swastha dan Handoko, pengertian segmentasi pasar adalah aktivitas membagi–bagi market yang memiliki sifat heterogen kedalam satu-satuan market yang bersifat homogen

Target Pasar

  • Tjiptono dan Chandra

Proses mengevaluasi dan memilih satu atau beberapa segmen pasar yangdinilai paling menarik untuk dilayani dengan program pemasaran spesifikperusahaan

  • Daryanto

Proses mengevaluasi daya tarik segmen pasar dan memilih satu atau beberapa untuk dimasuki.

Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa segmentasi pasar adalah suatu kegiatan memetakan konsumen yang heterogen menjadi kelompok konsumen homogen sehingga kita dapat memilih target pasar dan membuat startegi  yang tepat untuk melakukan penetrasi pewaran produk kita.

Dari definisi tersebut kita juga bisa mendaptakan beberapa tujuan kenapa kita harus melakukan segmentasi dan memilih target pasar.

  1. Memudahkan kita untuk membuatkategori dari suatu pasar
  2. Kita juga dapat membuat pelayananyang baik dalam menawarkan, sebab bahasa sangat penting, beda segmentasi dantarget, tentu beda bahasa yang kita gunakan.
  3. Penawaran kita juga lebih terarah
  4. Biaya promosi jadi optimalk
  5. Dapat membuat target dan rencanabisnis lebih terarah.

Mudah nya adalah dengan menentukan segmentasi pasar dan target pasar kita dapat fokus mengenai strategi, cara menawarkannya dan biaya yang kita keluarkan juga lebih optimal.

Kita berikan contoh nya bagaimana kita menentukan segmentasi dan target pasar dari sebuahproduk hijab printing.

  • Negara : Indonesia
  • Propinsi : DKI Jakara
  • Kelamin : Wanita
  • Usia : 22 tahun – 40 tahun

Penjelasannya adalah saya akan menawarkan produk hijab saya untuk Negara Indonesia yang tinggal di DKI Jakarta, berkelamin wanita dan usia 22 tahun – 40 tahun.

Kenapa enggak pria yang kita tawarkan, karena mungkin konsumen pria yang mau membelikan produk kita lebih sedikit, dan kenapa usia nya mulai 22 tahun, dikarenakan usia tersebut wanita sudah memiliki penghasilan sendiri.

Kalian dapat mengembangkan variable diatas sesuai dengan produk yang ditawarkan.

Begitulah tulisan kali ini, semoga bermanfaat dan semoga usaha kalian semakin lancar.

Kita hanya bisa berusaha dengan maksimal, biarkan Alloh Subhanahu Wataala yang menentukan.

Salam.

Perbedaan Berdagang dan Berbisnis

 

Perbedaan Berbisnis dan Berdagang
Perbedaan Berbisnis dan Berdagang

 

 

 

 

 

 

 

 

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

 

Pada tulisan sebelumnya yaitu  “Dasar Ilmu Berjualan (Berbisnis)”  kita membahas mengenai apa saja yang sebaiknya kita analisa sebelum melakukan kegiatan tersebut, tapi ada yang penulis belum menjelaskan perbedaan nya.

 

Kalo begitu apa ya perbedaannya karena dari kegiatannya kok terlihat sama, kegiatan boleh sama tapi cara menjalankannya berbeda.

 

Okay kita mulai bahas satu persatu.

 

Berdagang

Berdagang itu dilihat dari bentuk nya sangat mudah, yaitu kita tinggal mencari tempat lalu kita menamakannya lalu kita hanya perlu mengisi kios kita dengan barang barang apa saja yang bisa kita dapat dengan harga murah dan menjualnya dengan harga pasaran didaerah tersebut, tentu setelah dinaikkan ya harga nya, kalo enggak ya rugi dong J.

 

Berbisnis.

Nah kalo berbinis kurang lebih sama dengan berdagang tapi ada tambahan nya, yaitu

·         Memiliki branding

·         Toko atau kios yang cantik dan unik sesuai tagline

·         Memiliki SOP ( System Operating Procedure)

·         Terdaftar dan memiliki ijin produksi atau bahkan punya badan usaha

 

Kurang lebih berbisnis itu adalah berdaagang yang memiliki konsep jelas dan berniat untuk dikembangkan lebih besar.

 

Bingung tidak, kalo bingung baik saya akan contohkan.

 

Contohnya seperti ini

Pak Agus dan Pak Slamet membuat warung sate dan tongseng, Pak Agus membuat nama warung nya dengan nama “Warung Sate Tongseng Solo Pak Agus”, Pak Slamet juga memiliki warung dengan nama “Warung Sate dan Tongseng Asli Solo” dengan memiliki tagline “Maknyoss Rasane Echo Regane”, kedua nya memiliki rasa makanan yang sama – sama enak baik sate maupun tongsengnya.

Pak Agus memiliki warung sederhana dan design ala kadarnya, sedangkan Pak Slamet membuat warung dengan konsep yang disesuaikan dengan tagline nya dan rapih bersih dengan nama menu yang unik juga memiliki karyawan dari menjaga kebersihan serta melayani pelanggan.

Pak Slamet karena ingin lebih mendapatkan kepercayaan dari pada pelanggannya, dia mendaftarkan warung nya ini, semua diperiksa oleh dinkes dan mendapatkan nomor produksi dari dinkes mengenai jaminan ke higienisan dari bahan makanan, proses pengolahan dan perlatan yang digunakan. Pak Slamet juga memberikan seragam kepada karyawannya dengan tampilan rapih, baik dan unik. Untuk menjaga semua process usaha nya ini, Pak Slamet juga membuat procedure dari process pemiihan dan pengolahan bahan makanan sampai kepada penyajian juga proses memberihkan alat – alat dan melayani pelanggan dan juga memikirkan membuat franchise dari usaha nya ini.

Kalo sekarang agak lebih jelas kayaknya nya perbedaan dari berbisnis dan berjualan.

Ada baiknya sebelum kita membuat usaha, hal ini juga  dijadikan bahan pertimbangan.

Namun bila tidak memiliki modal yang cukup besar, mulai lah dari berdagang terlebih dahulu, bila memang sudah maju, maka dikembangkan menjadi suatu bisnis yang besar, fikirkanlah mengenai usaha apa, nama apa yang akan digunakan, karena kita juga harus mulai membuat pondasi nya agar bila sudah siap, kita akan mudah untuk mengembangkannya.

Sekali lagi penulis ingatkan berbeda ya, mindset ini penting dan tanamkan di kepala kita, agar kita lebih memahami mengenai usaha yang akan kita buat.

 

Semoga sukses untuk usahanya guys.

Dasar Ilmu Berjualan (Berbisnis)

Dasar ilmu berjualan (Berbisnis)

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

 

Hai semoga semua dalam keadaan sehat, kita lanjutkan lagi ya tulisan kita, namun ditulisan sebelumnya saya belum membahas dasar dari ilmu berbisnis.

 

Baik, sebelum berlanjut kita akan bahas sesuatu yang mendasar ya. Yaitu apa itu berjualan. Arti berjualan dalam bahasa Indonesia adalah mencari nafkah dengan menjual atau memperdagangkan sesuatu, dari definisi itu cukup jelas bahwa tujuannya mencari nafkah ya,

 

Nafkah ini harus dicari dengan cara yang benar dan digunakan juga untuk hal yang benar. nah agar kita enggak keblinger so jadi cukup untuk mendapatkan kebutuhan primer aja ya, jangan berlebihan, berlebihan itu tidak baik, memang buat apa sih banyak harta kalo akhir nya tidak terpakai apalagi cuma untuk di tabung dan disimpan di deposito.

 

Ingat ada tanggung jawab besar pada setiap harta yang kita dapatkan dan juga penggunaannya

Banyak orang hanya memikirkan bagaimana dapat harta banyak dengan cepat, mereka lupa mereka berbisnis itu untuk waktu yang panjang, karena usaha yang dibuat dengan cara yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik juga dan tentunya akan berumur panjang.#kokmalahceramah

 

Okey kita lanjut, kayaknya timbul pertanyaan nih kenapa ini penting ya. Yang bertanya ngacung … hehehe,

Saya jelaskan kenapa ini penting, karena ilmu berjualan atau bahasa sekarang bisa dibilang berbisnis itu pada dasar nya sama, tidak ada perubahan, intinya adalah saling bertukar sesuatu dimana satu sama lain saling membutuhkan.

Kalo kata peniliti atau para ahli sih sebagai berikut:

Bisnis dalam arti luas adalah suatu istilah umum yang menggambarkan suatu aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari (Amirullah, 2005:2).

Menurut Bukhori Alma (1993:2), bisnis adalah sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa dan pemerintah, yang bergerak dalam bidang membuat dan memasarkan barang dan jasa kepada konsumen.

 

Menurut Louis E. Boone (2007:5), bisnis (bussines) terdiri dari seluruh aktivitas dan usaha untuk mencari keuntungan dengan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan bagi sistem perekonomian, beberapa bisnis memproduksi barang berwujud sedangkan yang lain memberikan jasa.

 

Nah pada paham enggak, kalo saya enggak 🙂

 

Ribet, disimpelin aja ya, Kata kuncinya adalah pertukaran barang dan saling membutuhkan.

 

Loh kok sesimple itu sih, iya jelas aja dong, kalo tidak ada yang mau maka sudah jelas barang atau jasa kita tidak akan laku. Hmmmm kalo sekarang sih bisa enhance dikit, waduh bahasanya .. “enhance”. ( ini nanti ditulisan berikutnya)

 

Nah kita analisa nih mau berbisnis apa,

Barang

  • Mau barang apa ?
  • Asal barang dari mana ?
  • Biaya operationalnya
  • Jual kemana ?

jasa

  • Punya keahlian apa
  • Kalo enggak punya keahlian, punya uang apa enggak
  • Dana operationalnya
  • Lalu jual dimana ?

 

Nah selamat berfikir mengenai hal diatas ya, kalo sudah ada, silahkan lihat tulisan lanjutannya..

Salam

tulisan selanjutnya.

4 Variable Dasar Untuk Memulai Berjualan (Bagian 1)

4 VARIABLE DASAR UNTUK MEMULAI BERJUALAN (BAGIAN 2)

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

 

Halo guys selamat datang kembali, maaf dua minggu vakum menulis, jujur ga sempat …

banyak kegiatan yang sangat menguras waktu .. lebay mode on .. 🙂

Tapi sesuai janji maka saya lanjutkan tulisan tentang variable berjualan yang telah kemarin kita bahas, jangan lupa seduh kopi biar enggak ngantuk ya… hehehe

okay, mari kita bahas satu persatu …

 

Variable yang pertama adalah berapa banyak pengunjung yang datang ke suatu pasar dimana nanti nya kita akan membuka toko kita.

 

Kan sayang ya guys bila kita sudah membuka toko namun sepi pengunjung, ya sudah pasti sepi dari pembeli dan apalagi kita sudah membuang cukup modal besar kan lumayan pengeluarannya, dari bayar sewa toko, kemudian kebersihan, bayar air, listrik, beli etalase, mempecantik toko, dan bayar pegawai .. rugi Bandar dech …

 

Nah sebelum hal tersebut terjadi, mari kita mulai analisis nya, apa rugi nya kita buang waktu satu sampai dua hari melihat lokasi dan memperhatikan keadaannya. Hal apa saja nih yang bisa kita lakukan

 

  1. Bodo – bodoan aja ya caranya, ya kita nongkrong aja di depan pasar tersebut sambil nyeruput kopi, sambil kita hitung berapa orang yang lewat dan masuk pasar tersebut.
  2. Tanya – tanya sama toko sekitar mengenai jumlah orang yang main (ini kalo yang ditanya asik orang nya)
  3. Tanya sama yang punya lapak aja, berapa pengunjung nya (kalo dia tahu)

 

Emang rada aneh ya cara diatas, tapi ya mau bagaimana lagi, kalo ada saran, please taruh di comment ya guys.

begitulah cara  manualnya, kalo pembuat mall kayak ITC atau sebagainya, dia mungkin menggunakan statistik, salah satu caranya nanya aja ke pemerintah setempat mengenai jumlah penduduk dengan radius sekian kilometer, berapa penduduk nya nah beres dech hihihhi.

 

Gitu dech guys cara yang menurut penulis masuk akal untuk mendapatkan pengunjung dari suatu pasar.

 

Nah beda hal nya dengan berjualan online, metode yang digunakan cukup mudah

 

Dan datanya cukup banyak, tapi kita juga harus riset sih, okay saya akan jelaskan caranya

 

  • Kita bisa mulai check dengan tools yang namanya alexa rank, tools ini bisa mengetahui market place itu berada di posisi berapa di dunia maya, baik itu secara local maupun global, untuk detail penggunaan dan cara penginstalan akan dibahas ditulisan yang lain.

 

  • Kita riset dengan cari tahu berapa jumlah pengunjung website tersebut, kita bisa menggunakan similarweb, banyak sih website yang menyediakan tools ini, tapi ini hanya contoh ya, terserah kalian mau pakai apa.

 

Untuk cara membacanya akan dibahas di tulisan lainnya ya guys…

 

Okay kayaknya gitu dulu, keep positive thingking and  terus semangat guys …

Wa Alaikumsalam Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

4 Variable Dasar Untuk Memulai Berjualan (Bagian 1)

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

 

Hai, apakabar nya, maaf sebelumnya karena sudah lama tidak memposting sesuatu dikarenakan kesibukan, nah kali ini kita akan mulai memasuki tahap penulisan bisnis… yeeeee 🙂

 

Bisnis itu adalah sebuah kegiatan jual dan beli, dimana  pasar sebagai tempat bertemu nya penjual dan pembeli,  Pasar yang banyak pengunjungnya tentu nya adalah yang banyak pembelinya dan kali aja banyak yang lewat gang toko kita, mampir dan akhir nya beli.

 

Dari hal tersebut tentu muncul beberapa variable. berikut adalah variable nya

 

A = berapa banyak pengunjung yang datang ke pasar

B = berapa banyak pengunjung yang melewati toko kita

C = berapa banyak pengunjung yang mampir ke toko kita

D = berapa banyak pengunjung yang akhirnya membeli

 

Nah, ini variable sederhana ya, dan setiap variable diatas tentu bisa di pecah – pecah kembali, itu akan dibahas di tulisan berikut nya ya guys.

 

Nah itu basic nya, kita juga bisa menggunakan variable basic diatas untuk memulai jualan di dunia maya, atau dengan kata lain jualan di internet, kurang lebih sama.

 

Okay, setelah kita mendapatkan variable diatas, mari kita mulai menghitung … hihihih

 

Perhitungan ini digunakan akhirnya untuk mengetahui berapa sih yang kemungkinan akhirnya membeli dari toko kita.

 

Contoh, hitung kasar aja bila suatu pasar setiap hari ada sekitar 1000 pengunjung, maka

 

A = 1000

B = kita asumsikan 20 % lewat toko kita berarti =200

C = yang masuk ke toko kita, yang nanya = nanya doang kita anggap juga 30% berarti = 60 dan

D = yang membeli anggap 10 % dari yang nanya – nanya, berarti yang beli hanya 6 seiap hari nya.

 

Aduh dikit banget sih yang beli, tapi kalo untungnya gede ya lumayan ya … hehhe

Hanya yang membedakan cara mendapatkan datanya.

Demikian tulisan ini, nah tunggu tulisan bagian ke duanya ya ..  🙂

Wa Alaikumsalam Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh

tulisan selanjutnya

4 VARIABLE DASAR UNTUK MEMULAI BERJUALAN (BAGIAN 2)